Umroh Arbain: Pengertian, Keutamaan, Tata Cara, dan Tips Melaksanakannya di Madinah

—

by

in

Istilah umroh Arbain cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia yang ingin menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Ketika berada di Madinah, jamaah biasanya berusaha memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, termasuk melaksanakan shalat lima waktu secara berturut-turut selama 40 waktu atau yang dikenal dengan istilah shalat Arbain.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan umroh Arbain? Apakah shalat Arbain merupakan bagian dari rukun atau wajib umroh? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan Arbain? Artikel ini membahas pengertian, keutamaan, tata cara, hingga tips agar jamaah dapat menjalankan ibadah di Madinah dengan nyaman.

Apa Itu Umroh Arbain?

Secara umum, istilah umroh Arbain digunakan masyarakat untuk menyebut perjalanan umroh yang memberikan kesempatan kepada jamaah untuk melaksanakan shalat Arbain di Masjid Nabawi, Madinah.

Kata Arbain berasal dari bahasa Arab yang berarti empat puluh. Dalam konteks yang populer di kalangan jamaah Indonesia, shalat Arbain merujuk pada pelaksanaan 40 waktu shalat fardhu di Masjid Nabawi secara berturut-turut tanpa terlewat.

Perlu diketahui, shalat Arbain bukan rukun dan bukan kewajiban dalam ibadah umroh. Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa melaksanakan shalat Arbain di Masjid Nabawi merupakan anjuran, sehingga jamaah yang tidak mampu melaksanakannya karena sakit, usia lanjut, atau kondisi tertentu tidak berdosa. sejumlah keterbatasan, jemaah haji perlu memahami rukhsah-rukhsah (keringanan hukum) dalam ibadah haji. Dengan demikian, kondisi lemah dan sakit tidak menghalangi mereka untuk tetap melaksanakan haji sesuai dengan syari’at dan hakikat sehingga ibadah haji mereka sah, sempurna, dan mabrur. Berikut rukhsah-rukhsah dalam ibadah haji. 

Dengan demikian, jamaah yang memilih paket umroh Arbain biasanya mendapatkan waktu yang cukup di Madinah agar memiliki kesempatan melaksanakan shalat Arbain.

Berapa Hari untuk Melaksanakan Shalat Arbain?

Karena terdapat lima waktu shalat wajib dalam sehari, secara hitungan sederhana dibutuhkan 8 hari untuk mencapai 40 waktu shalat.

Lima waktu shalat selama delapan hari menghasilkan 40 waktu:

  • Subuh: 8 kali
  • Zuhur: 8 kali
  • Asar: 8 kali
  • Maghrib: 8 kali
  • Isya: 8 kali

Namun, dalam praktik perjalanan umroh, jamaah biasanya membutuhkan waktu tinggal di Madinah yang lebih dari delapan hari atau memiliki pengaturan perjalanan tertentu agar waktu kedatangan dan kepulangan tidak menyebabkan salah satu shalat terlewat.

Karena itu, itinerary setiap travel umroh dapat berbeda. Jamaah sebaiknya melihat jadwal perjalanan secara detail sebelum memilih paket umroh Arbain.

Keutamaan Shalat di Masjid Nabawi

Salah satu alasan jamaah bersemangat melaksanakan Arbain adalah keutamaan beribadah di Masjid Nabawi.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat di masjid beliau lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Keutamaan inilah yang membuat jamaah berusaha memperbanyak shalat dan ibadah selama berada di Madinah.

Selain shalat wajib, jamaah dapat memanfaatkan waktu di Madinah untuk memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, berdoa, dan melakukan berbagai amal kebaikan.

Dengan demikian, perjalanan umroh Arbain tidak hanya berfokus pada jumlah shalat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalil tentang Shalat Arbain

Shalat Arbain dikenal berdasarkan hadis yang menyebutkan keutamaan melaksanakan 40 shalat di Masjid Nabawi tanpa meninggalkan satu shalat pun.

Salah satu riwayat yang sering dijadikan landasan berbunyi:

مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِي أَرْبَعِينَ صَلَاةً لَا تَفُوتُهُ صَلَاةٌ كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَنَجَاةٌ مِنَ الْعَذَابِ وَبَرِئَ مِنَ النِّفَاقِ

Artinya kurang lebih:

“Barang siapa shalat di masjidku sebanyak empat puluh shalat dan tidak terlewat satu shalat pun, maka dicatat baginya terbebas dari neraka, selamat dari azab, dan terbebas dari kemunafikan.”

Hadis tersebut diriwayatkan antara lain dalam Musnad Ahmad. Namun, terdapat pembahasan di kalangan ahli hadis mengenai kualitas sanad riwayat khusus tentang 40 shalat tersebut. Karena itu, pembahasan mengenai keutamaan Arbain sebaiknya disampaikan secara proporsional dan tidak menjadikannya sebagai kewajiban umroh.

Apakah Shalat Arbain Wajib dalam Umroh?

Tidak.

Shalat Arbain bukan rukun umroh dan bukan pula wajib umroh. Rukun umroh berkaitan dengan rangkaian ibadah seperti ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul sesuai ketentuan manasik.

Artinya, apabila seorang jamaah tidak mampu melaksanakan 40 waktu shalat di Masjid Nabawi, ibadah umrohnya tetap dapat sah selama rukun dan ketentuan umrohnya terpenuhi.

Kementerian Agama juga menekankan bahwa jamaah yang lemah, lansia, atau sakit tidak sebaiknya memaksakan diri melakukan Arbain di Masjid Nabawi. Jamaah tetap dapat melaksanakan shalat berjamaah di hotel atau tempat yang memungkinkan. sejumlah keterbatasan, jemaah haji perlu memahami rukhsah-rukhsah (keringanan hukum) dalam ibadah haji. Dengan demikian, kondisi lemah dan sakit tidak menghalangi mereka untuk tetap melaksanakan haji sesuai dengan syari’at dan hakikat sehingga ibadah haji mereka sah, sempurna, dan mabrur. Berikut rukhsah-rukhsah dalam ibadah haji. 

Bagaimana Cara Melaksanakan Arbain?

Bagi jamaah yang ingin mengejar kesempatan melaksanakan Arbain, prinsipnya adalah menjaga agar lima waktu shalat tidak terlewat selama periode yang diperlukan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Perhatikan jadwal kedatangan di Madinah

Pastikan mengetahui waktu kedatangan dan keberangkatan. Jadwal penerbangan atau perpindahan hotel dapat memengaruhi kesempatan menyelesaikan 40 waktu shalat.

2. Datang ke Masjid Nabawi lebih awal

Masjid Nabawi sangat ramai, terutama pada waktu-waktu tertentu. Datang lebih awal membantu jamaah mendapatkan tempat shalat dengan nyaman.

3. Jaga kondisi fisik

Jangan mengorbankan kesehatan hanya demi mengejar target Arbain. Istirahat yang cukup, konsumsi air yang memadai, dan sesuaikan aktivitas dengan kemampuan tubuh.

4. Gunakan pendamping atau teman seperjalanan

Jamaah lansia atau yang mudah lupa sebaiknya selalu bersama rombongan. Catat pula lokasi hotel agar tidak kesulitan ketika kembali dari Masjid Nabawi.

5. Ikuti arahan pembimbing

Jika mengikuti paket umroh Arbain, jamaah sebaiknya mengikuti arahan pembimbing atau ustaz mengenai jadwal ibadah, perpindahan hotel, ziarah, dan kegiatan lainnya.

Tips Memilih Paket Umroh Arbain

Jika Anda sedang mencari paket umroh Arbain, jangan hanya memperhatikan harga. Periksa beberapa komponen penting dalam paket.

Pastikan itinerary memberikan waktu yang realistis di Madinah. Tanyakan juga mengenai lokasi hotel, jarak hotel menuju Masjid Nabawi, transportasi, konsumsi, pembimbing ibadah, serta jadwal ziarah.

Perlu diingat bahwa paket dengan label “Arbain” sebaiknya dipahami sebagai paket yang menyediakan kesempatan kepada jamaah untuk mengejar shalat Arbain, bukan jaminan bahwa setiap jamaah pasti dapat menyelesaikan 40 waktu. Kondisi kesehatan dan situasi perjalanan setiap jamaah dapat berbeda.

Arbain untuk Lansia dan Jamaah dengan Kondisi Khusus

Bagi jamaah lansia, sakit, atau memiliki keterbatasan fisik, kesehatan harus menjadi perhatian utama.

Jangan memaksakan diri berjalan jauh menuju Masjid Nabawi apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan. Kementerian Agama secara khusus mengingatkan agar jamaah lansia tidak memaksakan Arbain apabila dapat menyebabkan kelelahan atau membahayakan kesehatan.

Tujuan utama perjalanan umroh adalah beribadah dengan baik, bukan sekadar mengejar jumlah tertentu. Menjaga kesehatan juga penting agar jamaah dapat menjalankan rangkaian umroh dengan optimal.

Perbedaan Umroh Biasa dan Umroh Arbain

Secara ibadah umroh, tidak terdapat perbedaan rukun antara paket umroh biasa dan paket yang menawarkan kesempatan Arbain.

Perbedaannya terutama terletak pada durasi dan itinerary perjalanan di Madinah. Paket Arbain biasanya dirancang dengan waktu tinggal yang memungkinkan jamaah berkesempatan melaksanakan 40 waktu shalat di Masjid Nabawi.

Karena itu, sebelum memilih paket, calon jamaah sebaiknya membaca itinerary secara lengkap dan menanyakan detail kepada penyelenggara perjalanan.

Kesimpulan

Umroh Arbain adalah istilah yang populer untuk perjalanan umroh dengan waktu tinggal di Madinah yang memungkinkan jamaah melaksanakan shalat Arbain, yaitu 40 waktu shalat fardhu di Masjid Nabawi secara berturut-turut.

Shalat Arbain bukan rukun atau wajib umroh. Karena itu, jamaah yang tidak dapat menyelesaikannya karena sakit, usia lanjut, atau alasan lain tidak perlu merasa khawatir. Prioritas utama adalah melaksanakan ibadah sesuai tuntunan dan menjaga kesehatan.

Bagi Anda yang ingin menjalankan umroh sekaligus mendapatkan kesempatan memperbanyak ibadah di Madinah, memilih paket dengan durasi tinggal yang memadai dapat menjadi salah satu pertimbangan.

Umroh untuk Semua hadir untuk membantu calon jamaah mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dengan informasi yang jelas mengenai program, itinerary, dan kebutuhan perjalanan umroh.

Semoga perjalanan umroh Anda diberikan kemudahan, kesehatan, keselamatan, dan keberkahan, serta seluruh ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *